a a a a a a a a a a a
logo
Tentang KamiKontak Kami
Iklan Utama 2

Rombongan Relawan Dicegat IDF, Wartawan Tempo Sebar Pesan SOS : Saya Diculik Israel

Rombongan Relawan Dicegat IDF, Wartawan Tempo Sebar Pesan SOS : Saya Diculik Israel
Rombongan misi perdamaian Global Sumud Flotila dicegat dan ditangkap IDF (rep)
Jakarta, Pro Legal- Tentara Israel (IDF) disebut telah mencegat setidaknya 25 kapal bantuan dari Marmaris, Turki, saat berada sekitar 250 mil laut dari Gaza, Palestina.

Diantara peserta misi perdamaian itu salah satunya, jurnalis Tempo, Andre Prasetyo Nugroho yang ikut dalam misi Global Sumud Flotilla ini. Ia berada di kapal Ozgurluk bersama dua jurnalis lain, yang terkonfirmasi telah mengalami intercept atau pencegatan oleh militer Israel.

Jurnalis Media Tempo itu sempat menyampaikan pesan darurat lewat sebuah video. Ia meminta videonya disebar agar mendapat atensi dari Presiden Prabowo Subianto. "Apabila kawan-kawan melihat video ini, berarti tandanya saya sudah di-intersep atau diculik oleh zionis Israel," ujara Andre dalam video yang diunggah akun Instagram @tvtempochannel, dikutip Selasa (19/5).

"Saya meminta kawan-kawan untuk share video ini sebanyak-banyaknya, seluas-luasnya agar dapat atensi dari presiden kita Bapak Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Bapak Sugiono," jelasnya.

GPCI juga menegaskan armada tersebut adalah misi sipil damai yang membawa bantuan kemanusiaan untuk warga Gaza. Mereka menilai aksi Israel mengadang kapal sipil di perairan internasional telah melanggar hukum internasional.

Dalam rombongan itu setidaknya ada sembilan WNI yang turut serta dalam kapal pelayaran kemanusiaan GPCI pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza,Palestina.

Akun selebritas Chiki Fawzi yang juga terlibat sebagai relawan Global Sumud Flotilla menulis posisi masing-masing dari sembilan WNI itu. "Thoudy Badai (Jurnalis), Hendro Prasetyo (Aktivis Kemanusiaan), Andre Prasetyo (Jurnalis), Andi Angga (Aktivis Kemanusiaan), Ronggo Wirasanu (Aktivis Kemanusiaan), Herman Budianto (Aktivis Kemanusiaan), As'ad Aras (Aktivis Kemanusiaan), dan Rahendro Herubowo (Jurnalis), dan Bambang Nuryono (Jurnalis)," demikian poster yang dikutip dari akun Instagram Chiki dan diunggah ulang akun GPCI.

Lima dari sembilan diculik militer Israel (IDF) diculik Israel saat menuju Gaza. Empat orang merupakan jurnalis dan satu orangnya merupakan aktivis.

Mereka adalah Rahendro Herubowo, Andre Prasetyo Nugroho, Thoudy Badai, Bambang Noroyono, dan Andi Angga Prasadewa.

Produser TV Tempo Dheayu Jihan mengatakan komunikasi terakhir dengan Andre tercatat pada Minggu malam sekitar pukul 22.42 WIB. Saat kontak, Andre mengabarkan posisinya memasuki zona merah. "Semalam itu terakhir berkontak dia mengirim titik koordinat posisinya, tapi saya tidak bisa berhitung seberapa jauh posisi dia ke tujuannya di Tepi Barat Gaza itu," tutur dia saat dihubungi pada Senin, 18 Mei 2026.

Nomor telepon Andre terdeteksi masih aktif hingga Senin siang sekitar pukul 14.00 WIB. Redaksi Tempo di Jakarta mencoba mengirimkan pesan teks untuk memantau kondisi Andre.

Pesan tersebut terkirim dengan status centang dua, namun tidak mendapatkan respons. Ponsel Andre kemudian dipastikan sudah tidak aktif saat pesan berikutnya yang dikirimkan pada pukul 14.30 WIB hanya bercentang satu
.
Jihan ungkapkan, sejak saat itu tidak ada kabar lagi mengenai keberadaan Andre sampai akhirnya redaksi mendapatkan informasi dari Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada pukul 21.15 WIB. "GPCI melaporkan bahwa kapal yang ditumpangi Andre mengalami pencegatan oleh militer Israel bersama 24 kapal lainnya yang tergabung dalam konvoi tersebut saat berada sekitar 250 mil laut dari Gaza," ujarnya.

Kemlu RI mengecam keras tindakan pasukan Israel tersebut. Juru bicara Kemlu Yvonne Mewengkang mendesak Pemerintah Israel segera melepaskan seluruh kapal dan awak misi kemanusiaan internasional yang ditahan serta menjamin kelanjutan penyaluran bantuan kemanusiaan kepada rakyat Palestina sesuai hukum humaniter internasional.

Pihak Kemlu RI juga menyiapkan rencana kontingensi pemulangan terhadap sembilan WNI yang ditangkap Israel itu.

Dia menekankan bahwa perlindungan WNI akan terus menjadi prioritas utama oleh pemerintah.

Yvonne mengatakan pemerintah terus menjalin komunikasi dengan berbagai pihak untuk memperoleh informasi terkini mengenai kondisi para WNI.(Tim)


Nasional Rombongan Relawan Dicegat IDF, Wartawan Tempo Sebar Pesan SOS : Saya Diculik Israel
Iklan Utama 5