a a a a a a a a a a a
logo
Tentang KamiKontak Kami

13 Orang Tewas, 789 Mengungsi Saat Terjadi Perang Antar Suku di Wamena

13 Orang Tewas, 789 Mengungsi Saat Terjadi Perang Antar Suku di Wamena
Aparat berjaga-jaga saat terjadi perang antar suku di Wamena (rep)
Jakarta, Pro Legal – Telah terjadi perang antar suku di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan yang menelan korban jiwa hingga 13 orang dan19 orang lainnya dilaporkan luka-luka. "Berdasarkan data update terbaru korban perang suku yang meninggal dunia 13 orang," ujar Kasi Humas Polres Jayawijaya, Ipda Efendi Al Husaini, Minggu (17/5).

Dari 19 orang yang luka-luka, tiga orang di antaranya mengalami luka berat. Puluhan korban luka masih dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RUSD) Wamena. "Korban luka berat berjumlah tiga orang. Sementara luka ringan berjumlah 16 orang," ujarnya.

Saat ini pihak kepolisian masih menghitung jumlah bangunan yang dirusak atau dibakar saat perang berlangsung. Namun ratusan warga dilaporkan mengungsi. "Untuk pengungsi total 789 orang diantaranya 298 anak-anak, 122 lansia. Sementara jumlah berdasarkan jenis kelamin 315 pria dan 476 wanita," jelasnya.

Seperti diketahui, bentrok antar suku di Wamena yang melibatkan Suku Pirime (Lanny) dan Suku Kurima (Woma), awalnya terjadi di Distrik Woma, Jayawijaya pada Kamis (14/5) namun meluas di sejumlah lokasi di Jayawijaya hingga Jumat (15/5).

Saat terjadi bentrokan, kedua belah pihak menggunakan senjata tajam dan panah.

Menurut Kapolda Papua, Irjen Patrige R Renwarin, bentrokan dua kelompok warga itu dipicu kasus kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPRD Lanny Jaya pada 17 Mei 2024 silam. "Konflik berawal dari pertikaian lama yang kembali memanas akibat persoalan denda adat pasca peristiwa kecelakaan lalu lintas yang menewaskan anggota DPR dari Lanny Jaya pada tahun 2024," ujar Irjen Patrige, Jumat (15/5).

Namun Patrige tidak menjelaskan lebih jauh terkait perkara denda adat yang dimaksud. Namun situasi semakin kompleks setelah mediasi terkait pembayaran denda adat mengalami kebuntuan hingga berujung pada aksi saling serang. "Tragedi bertambah setelah jembatan gantung di Kali UE roboh saat dilintasi massa, yang menyebabkan puluhan warga hanyut dan hilang," ujarnya.(Tim)


Nasional 13 Orang Tewas, 789 Mengungsi Saat Terjadi Perang Antar Suku di Wamena