a a a a a a a a a a a
logo
Tentang KamiKontak Kami

Warga Ternate Panik Berlarian Setelah Melihat Air laut Surut Seusai Gempa

Warga Ternate Panik Berlarian  Setelah Melihat Air laut Surut Seusai Gempa
Air laut di Pantai Sofifi dan Ternate terlihat surut (rep)
Ternate, Pro Legal- Warga Kota Ternate, Kecamatan Pulau Batang Dua, Provinsi Maluku Utara panik dan berlarian ke pegunungan setelah air laut tiba-tiba surut imbas gempa Magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah laut Bitung, Sulawesi Utara, Kamis (2/4) pagi.

Menurut Sekretaris Daerah Pemkot Ternate, Rizal Marsaoly, air laut sempat surut dan memicu kepanikan warga. Mereka langsung berlarian ke daratan yang lebih tinggi karena khawatir tsunami.

Rizal ungkapkan, saat ini sebagian besar warga sementara mengungsi dan membangun tenda di pegunungan. Mereka masih bertahan dan belum memutuskan turun ke rumah setelah BMKG sempat mengeluarkan peringatan tsunami. "Saat ini warga masih berlindung di gunung karena adanya fenomena air surut yang menimbulkan kekhawatiran akan potensi tsunami," ujar Rizal melalui keterangan tertulis, Kamis (2/4).

Selain itu Rizal mengatakan jika Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate saat ini masih fokus pada proses evakuasi dan penanganan darurat di wilayah terdampak dan menunggu pemulihan jaringan komunikasi untuk memperbarui data kerusakan secara komprehensif.

Kepala Kecamatan Pulau Batang Dua, Kota Ternate Robyanto Koloca mengatakan berdasarkan data sementara yang terhimpun dari petugas di lapangan berjumlah total sebanyak lima bangunan rumah ibadah mengalami kerusakan. Rinciannya, dua bangunan gereja rusak parah dan tiga gereja rusak ringan.

Gereja yang terdampak kerusakan parah adalah Gereja Kalvari Pentakosta Misi Indonesia di Kelurahan Lelewi. "Berdasarkan selembaran kerusakan pada fasilitas ibadah yakni dua gereja rusak berat dan tiga gereja rusak ringan,"ujarnya.

Sementara untuk bangunan rumah pendudukan dilaporkan sejumlah mengalami kerusakan. Sejauh ini, kata dia pihaknya belum merampungkan data terkait berapa jumlah rumah penduduk yang rusak akibat masih terkendala komunikasi. "Jaringan di kota Ternate masih terganggu, kami masih menunggu data dari lapangan," ujarnya.

Menurut Rizal warga masih mengungsi dan bertahan di kamp pengungsian sambil memantau informasi pasti dari BMKG terkait peringatan tsunami di beberapa wilayah di Ternate.

Gempa bumi magnitudo 7,6 yang terjadi di wilayah laut Bitung, Sulawesi Utara, pada Kamis (2/4), menimbulkan tsunami kecil di dua lokasi.
Sementara Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyebut tsunami terdeteksi terjadi di wilayah Halmahera Barat dengan ketinggian 0,3 meter pada pukul 06:08 WIB dan wilayah Bitung setinggi 0,2 meter pada pukul 06:15 WIB. "Meskipun relatif kecil, kondisi ini tetap memerlukan kewaspadaan karena potensi gelombang susulan masih dapat terjadi,"ujarnya.(Tim)


Nasional Warga Ternate Panik Berlarian  Setelah Melihat Air laut Surut Seusai Gempa