a a a a a a a a a a a
logo
Tentang KamiKontak Kami

PBNU Desak Pemerintah RI Segera Bertindak Lewat BoP Terkait Penangkapan 9 WNI

PBNU Desak Pemerintah   RI Segera Bertindak Lewat BoP Terkait Penangkapan 9 WNI
Penangkapan jurnalis dan relawan Global Sumud Flotila oleh militer Israel (rep)
Jakarta, Pro Legal-Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengecam keras tindakan pasukan Israel Occupation Forces (IOF) yang menangkap sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam rombongan pelayaran kapal kemanusiaan Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) pada misi Global Sumud Flotilla 2026 ke Gaza, Palestina.

Mereka adalah relawan kemanusiaan dan jurnalis yang tengah menjalankan misi solidaritas kemanusiaan untuk Palestina.

9 WNI itu adalah Andi Angga dari Rumah Zakat, Asad Aras dari Spirit of Aqsa, Hendro Prasetyo dari SMART 171, Herman Budianto dan Ronggo Wirasanu dari Dompet Dhuafa, serta para jurnalis Bambang Noroyono dan Thoudy Badai dari Republika, Andre Prasetyo dari Tempo, dan Rahendro Herubowo dari iNews TV.

Menyikapi tindakan Israel itu Katib Syuriyah KH Ahmad Tajul Mafakhir atau Gus Tajul menilai itu sebagai pelanggaran serius terhadap nilai-nilai kemanusiaan internasional. Pihaknya pun menyampaikan kecaman keras untuk Israel. "Kami mengecam sekeras-kerasnya tindakan brutal dan biadab pasukan IOF yang menyergap serta menculik relawan kemanusiaan dan jurnalis Indonesia dalam misi Sumud Flotilla. Ini bukan hanya serangan terhadap warga sipil, tetapi juga bentuk pelecehan terhadap prinsip kemanusiaan universal," ujar Gus Tajul, Kamis (21/5).

PBNU pun mendesak Pemerintah Republik Indonesia agar segera mengambil langkah diplomatik yang cepat, terukur dan tegas untuk memastikan keselamatan sekaligus pembebasan seluruh WNI yang ditahan. "Pemerintah Indonesia harus bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional. Keselamatan warga negara harus menjadi prioritas utama," ujarnya.

Menurut Gus Tajul, posisi strategis Indonesia di berbagai forum internasional, termasuk dalam BOP, dapat menjadi modal diplomatik penting untuk membangun tekanan global atas insiden tersebut. "Kedudukan Indonesia di BOP setidaknya bisa menjadi pertimbangan dan daya tawar yang kuat guna menggalang tekanan internasional terhadap tindakan represif ini," ujarnya.

Gus Tajul juga menegaskan dukungan Nahdlatul Ulama terhadap perjuangan rakyat Palestina merupakan sikap historis yang tidak pernah berubah sejak masa pendirian organisasi. "Posisi para kiai NU dari dulu tidak pernah bergeser sejengkal pun. Sejak masa kepemimpinan Hadratussyaikh KH Hasyim Asy'ari, Nahdlatul Ulama konsisten mendukung perjuangan rakyat Palestina dan menolak segala bentuk penjajahan," ujarnya.(Tim)



Nasional PBNU Desak Pemerintah   RI Segera Bertindak Lewat BoP Terkait Penangkapan 9 WNI